Amien Rais Mulai Kampanye di Makassar

Posted: Jumat, 26 Maret 2010 by Pribadi in
0


Sabtu, 27 Maret 2010 | 03:27 WITA

Makassar, Tribun - Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Dr Amien Rais MA mulai memanaskan Muktamar Muhammadiyah yang dijawalkan berlangsung di Yogyakarta, 10 Juli 2010 mendatang.

Amien yang disebut-sebut akan kembali mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PP Muhammadiyah memulai debutnya di Makassar, Jumat (26/3). Amien tampil mengurai program yang ia siapkan dalam tablig akbar di Auditorium Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Jumat (26/3), sekitar pukul 14.00 siang.
Dalam acara bertajuk Sosialisasi Program Menuju Muktamar Aatu Abad itu dihadiri ribuan pengurus Muhammadiyah, mubalig Muhammadiyah, akademisi, dan aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah se-Sulsel.

Rektor Unismuh, Dr Irwan Akib, mengatakan, Amien tampial memberikan ceramah dalam tablig akbar ini untuk membangkitkan semangat ber-Muhammadiyah menuju Muktamar Satu Abad.
Sementara Ketua DPD IMM Sulsel, Razikin Al-Ngali, mengaku menurunkan ratusan mahasiswa untuk memberikan dukungan pada Amien agar kembali memimpin Muhammadiyah.
Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulsel, Zulfikar Ahmad Tawalla, juga akan memberikan dukungan pada Amien Rais menuju Ketua Umum PP.Muhammadiyah 2010-2015.
Dalam ceramahnya, Amien menegaskan akan mendorong Muhammadiyah untuk bergiat di bidang dakwah politik. "Dakwah kultural itu adalah pelarian orang Muhammadiyah karena ketakutan melihat pusaran ekonomi, politik, sosial, dan budaya yang tak mampu ditekan. Ke depan, Muhammadiyah harus menggerakkan ruhul jihad dan pengorbananan," jelas Amien.
Menurutnya, Muhammadiyah jangan hanya melenggang di dakwah kultural tapi tertinggal pada dakwah politik, sehingga hanya penikmat saja tapi tidak pada kondisi penentu kebijakan.
"Tugas di abad ke-21, Muhammadiyah harus menyebar kadernya dan ikut mengukir bangsa ini," tegas Amien.(bie)
Selengkapnya...

Turis Malaysia Keluhkan Pungli di Imigrasi RI

Posted: by Pribadi in
0


Sabtu, 27 Maret 2010 | 11:58 WIB
KUALA LUMPUR, KOMPAS.com — Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur banyak menerima pengaduan pemerasan oknum imigrasi dari turis Malaysia dan para TKI yang pulang dengan menggunakan SPLP (surat perjalanan laksana pulang).

Hal ini merusak citra bangsa di mata turis dan warga Indonesia sendiri. "Ya, kami memang menerima laporan dari warga Malaysia yang mengaku diperas oknum imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dan beberapa TKI yang diperas oknum imigrasi di bandara saat pulang dengan hanya membawa SPLP," kata Minister Counsellor Pensosbud KBRI Kuala Lumpur Widyarka Ryananta, Sabtu (27/3/2010).

"Kami sudah klarifikasi kepada turis Malaysia dan memang benar ada orangnya. Dalam laporannya, dia memberikan nomor HP dengan jelas. Laporan ini sudah kami berikan kepada atase imigrasi di KBRI yang akan diteruskan ke Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta," katanya.

Sedangkan laporan pemerasan oknum imigrasi kepada TKI yang pulang dengan menggunakan SPLP sudah diteruskan kepada Irjen Imigrasi di Jakarta untuk diselidiki dan membersihkan onum-oknum imigrasi yang telah mencoreng citra bangsa.

Berdasarkan laporan turis Malaysia bernama Andrew, seorang oknum imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta memeras dia, 12 Maret 2010. Saat itu, dia sedang tergesa-gesa harus kembali ke Kuala Lumpur dengan penerbangan AirAsia akibat kemacetan di Jakarta. Saat tergesa-gesa, kartu imigrasi keberangkatan hilang.

Oknum imigrasi bernama AW meminta uang 200 dollar AS atas kehilangan kartu tersebut, tetapi ditolak oleh Andrew. Oknum itu menurunkan permintaan menjadi 200 ringgit, tapi ditolak juga. Turun lagi permintaan, oknum itu minta Rp 200.000, tetapi ditolak juga oleh Andrew.

Warga Malaysia itu kemudian bertanya kepada orang-orang yang antre imigrasi di lain lorong, tapi malah dibentak-bentak dan diancam akan dipenjara. Andrew kemudian lari ke kantor AirAsia Soekarno-Hatta dan mendapat kartu keberangkatan imigrasi. Setelah diisi tapi tetap ditolak oleh petugas imigrasi dan minta pembayaran.

Akhirnya Andrew kembali lagi ke kantor AirAsia untuk minta tolong. Seorang pegawai AirAsia akhirnya datang bersama Andrew ke petugas imigrasi dan akhirnya warga Malaysia itu dapat terbang ke Kuala Lumpur tanpa terlambat dan keluar uang untuk oknum imigrasi.

Laporan warga Malaysia menuliskan jelas identitas, tanggal, dan foto desk petugas imigrasi yang mencoba memerasnya dengan lengkap.

Selain itu, ada juga laporan mengenai pemerasan terhadap TKI yang pulang dengan SPLP. Laporan itu menyatakan, "Dengan tanpa mengurangi rasa hormat, saya informasikan kepada KBRI Kuala Lumpur, rata-rata WNI yang balik ke Indonesia dengan SPLP kecewa karena dipermainkan dan diperas oleh imigrasi Indonesia. Seolah-olah SPLP yang dikeluarkan KBRI di sini tak berharga sedikit pun dan dianggap haram."

"Setiap orang dimintai Rp 400.000-Rp 500.000 oleh staf imigrasi Indonesia dengan berbagai macam dan alasan," kata Widyarka, membacakan laporan yang masuk.

Menurut Widyarka, sejak Januari 2010, KBRI Kuala Lumpur telah mengeluarkan sekitar 7.000 SPLP kepada WNI/TKI terkait dengan operasi besar-besaran pekerja ilegal di Malaysia mulai 15 Februari 2010.
Selengkapnya...

Ujian Sejarah

Posted: by Pribadi in
0

Oleh: Usman Hamid

Di Indonesia, keadilan hanya terlihat di atas awan. Kita sering terbuai untuk meraihnya dari ketinggian, tetapi lupa menanamnya di bumi kenyataan.

Di negeri ini kita sering merasa sudah bekerja keras membangun pemerintahan yang bersih tanpa korupsi. Namun, itu membutuhkan pemimpin negara yang berani. Hampir mustahil suatu bangsa dapat menjumpai keadilan jika terdiam melihat kepemimpinan pemerintahan bergerak sebatas visi, pengetahuan, dan kompetensi tanpa keberanian. Akibatnya, mandat suci negara-hukum tak berdaya dalam menghadapi mafia dan hamba-hamba hukum yang korup.

Saat menerima laporan Tim Independen Verifikasi Fakta dan Proses Hukum atas Kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah atau Tim 8, Presiden menyatakan kasus ini sebagai ujian sejarah. Juga saat menerima laporan Tim Pencari Fakta Kasus Munir, Presiden menyatakan kasus Munir sebagai ujian sejarah. Apakah kita telah melewati masa kegelapan menuju negeri demokratis, menghormati hukum dan hak asasi manusia?

Ujian sejarah

Benar, ini ujian sejarah, yang tidak berhenti pada penerimaan laporan, tetapi pada tindakan. Pada kasus Bibit-Chandra ditemukan ketidakwajaran dalam proses hukum, tetapi justru terus muncul keraguan. Bahkan, Presiden belum berani memastikan ada sanksi bagi pejabat yang bertanggung jawab atas proses hukum yang dipaksakan. Hal ini mengundang pertanyaan, adakah hubungan kepentingan kuasa dalam rekayasa ini sehingga Presiden ragu memberikan sanksi? Apakah tak percaya kepada tim yang dibentuknya sendiri?

Presiden pernah meminta pihak-pihak yang disebut dalam rekaman Anggodo harus nonaktif dan mengancam untuk menuntut siapa pun yang mencatut namanya. Namun, kenyataannya?

Juga belum terlihat keberanian strategis untuk reformasi institusional dan reposisi personel. Memberantas makelar kasus di semua lembaga penegak hukum tak cukup hanya membuka pengaduan dan gugus tugas baru di bawah kepresidenan, tetapi bagaimana memastikan tindak lanjut atas laporan berbagai lembaga pemantau korupsi, terutama yang dibentuk konstitusi dan undang-undang, seperti Komisi Yudisial, kejaksaan, dan kepolisian. Tanpa tindakan nyata, pembenahan aneka lembaga hukum, termasuk organisasi profesi advokat, hanya menjadi ilusi.

Ujian terdekat

Ujian terdekat adalah apakah Presiden akan mendorong penuntasan kasus korupsi Masaro, Sistem Komunikasi Radio Terpadu Departemen Kehutanan, dan proses hukum atas Kepala Bareskrim Susno Duadji dan Lucas terkait dana Bank Century. Apalagi, perhatian publik kini terfokus pada masalah Bank Century, penyebab polemik cicak-buaya. Bukan sekadar pencairan dana Boedi Sampoerna, tetapi kebijakan pemerintah kepada Bank Century.

Pengambilalihan bank ini pun menjadi skandal. Mengapa?

Pertama, Bank Century merupakan bank kecil. Adanya dampak sistemik seperti disampaikan Bank Indonesia sebenarnya diragukan karena hanya segelintir orang yang kehilangan uang dari penjaminan simpanan LPS hingga Rp 2 miliar.

Kedua, lemahnya pengawasan Bank Indonesia. Audit BPK 2005-2008 menunjukkan Bank Century sering bermasalah. Suntikan dana menjadi skandal karena dana LPS itu sebenarnya untuk mengisi kas Bank Century yang kosong setelah diambil pemilik bank. Andai itu tak terjadi, tak perlu diambil alih karena sudah mendapat pinjaman fasilitas pendanaan jangka pendek Bank Indonesia.

Ketiga, dugaan dana Bank Century untuk kepentingan politik. Ini semua harus dibuktikan kebenarannya.

Apa yang harus dilakukan?

Sebuah negara hukum pasti memuliakan kesetaraan bagi setiap warganya di muka hukum. Tak boleh ada yang kebal hukum. Supremasi hukum harus ditegakkan. Tak ada intervensi. Namun, negara kita belum menjadi negara hukum, masih dalam keadaan tak normal. Hukum berjalan pincang, direkayasa, dikorupsi, dan digembosi oleh hamba-hamba hukum sendiri. Ini adalah ujian berat sejarah.

Diharapkan, Presiden mendorong KPK dan PPATK mengusut penyalahgunaan keuangan negara pada kasus Bank Century. Fokus pertama diarahkan untuk menguji kredibilitas kebijakan dana talangan.

Fokus kedua, menguji apakah dana talangan itu digunakan sesuai kaidah keuangan negara, untuk kepentingan umum atau pribadi/golongan. Sejauh mana uang itu digunakan secara tak bertanggung jawab oleh pihak- pihak luar, Bank Century, aparat hukum, dan kelompok tertentu?

Jika dugaan publik benar, skandal Bank Century adalah contoh bagaimana sistem keuangan kita tak belajar dari pengalaman krisis 1997. Bank bisa ”dirampok” pemiliknya lalu dengan mudah negara mengucurkan dana untuk menalangi kewajiban bank.

Ini semua harus dituntaskan. Kepercayaan dunia kini dipertaruhkan. Kegagalan untuk menyelesaikan akan mempermalukan Indonesia di mata dunia, khususnya dalam melawan korupsi. Yang lebih tidak kita inginkan adalah kegagalan mengatasi ujian sejarah kali ini bisa membawa republik menuju kebangkrutan.[]

*Usman Hamid, Koordinator Kontras

Sumber Tulisan: Kompas, Kamis, 3 Desember 2009.
Selengkapnya...

SHALAT SESEORANG BATAL DIKARENAKAN ADA WANITA YANG MELINTAS DI HADAPANNYA?

Posted: by Pribadi in
0

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah shalat seseorang di Masjidil Haram bisa batal ketika ia ikut berjama’ah dengan imam atau shalat sendirian karena da wanita yang melintas di hadapannya?

Jawaban
Tentang wanita yang dapat membatalkan shalat seseorang, hal ini telah ditetapkan dalam kitab Shahih Muslim dari hadits Abu Dzar, ia mengatakan : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

“Artinya : Perempuan, keledai dan anjing hitam dapat memutuskan (membatalkan) shalat seorang muslim jika dihadapannya tidak ada pembatas (penghalang), seperti jok bagian belakang kendaraan”.

Dengan demikian jika seorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan pembatas shalatnya, jika pelaku shalat itu memiliki pembatas shalat, atau jika seorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan tempat sujudnya, jika orang yang shalat itu tidak memiliki pembatas, maka shalat orang itu menjadi batal, dan wajib baginya untuk mengulangi shalat walaupun ia telah mencapai di rakaat terakhir.
Hal ini pun berlaku jika shalat itu dilakukan di masjid-masjid lainnya menurut pendapat yang paling kuat, karena dalil yang menyebutkan hal ini bersifat umum dan tidak ada pengkhususan pada suatu tempat.

Berdasarkan ini Imam Al-Bukhari mengkategorikan hadits ini dalam “Bab Pembatas Shalat Di Mekkah Dan Tempat Lainnya”, dengan demikian hadits ini bersifat umum, sehingga jika seseorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan tempat sujudnya, atau jika seorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan pembatasnya, atau jika seorang wanita berjalan di antara orang yang sedang shalat dengan pembatasnya, maka wajib bagi orang yang melakukan shalat itu untuk mengulangi shalat tersebut, kecuali jika yang sedang shalat ini adalah seorang makmum yang shalat di belakang imam, karena pembatas pada imam adalah juga merupakan pembatas bagi orang yang shalat di belakangnya. Dengan demikian dibolehkan bagi seseorang untuk berjalan dihadapan orag yang shalat di belakang imam dan tidak berdosa. Namun jika orang itu berjalan di hadapan orang yang sedang shalat sendirian (tidak berjama’ah mengikuti imam) maka itu hukumnya haram, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Seandainya orang yang berjalan di hadapan orang yang sedang melaksanakan shalat itu tahu akan dosa perbuatan itu yang akan ditimpakan kepadanya, maka berdiri selama empat puluh lebih baik baginya daripada ia berjalan di hadapannya itu”.

“Al-Bazzar meriwayatkan bahwa yang dimaksud dengan empat puluh di sini adalah empat puluh tahun”

[Durus wa Fatawa Al-Haram Al-Makki, Syaikh Ibnu Utsaimin, 2/233]

Disalin dari buku Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, terbitan Darul Haq, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin]
Selengkapnya...

0

DALAM satu dua minggu terakhir, daratan Eropa, terutama negara-negara yang dijuluki PIGS (Portugal, Irlandia, Greece, and Spain), diguncang oleh demonstrasi massal rakyat pekerja. Para analis menggambarkan demonstrasi massal ini, sebagai yang terbesar sejak demonstrasi massal 1968.

Pada Senin minggu lalu, misalnya, tercatat 4,500 pilot maskapai penerbangan terbesar Jerman, Lufthansa, turun ke jalan melakukan pemogokan. Pada hari yang sama, di Perancis buruh pengawas lalu lintas bandara (air traffic controllers) juga melakukan aksi demonstrasi. Di Inggris Raya, lebih dari 80 persen dari 12 ribu kru kabin pesawat British Airways memilih untuk mogok.

Pada hari selasa, ribuan demonstran tumpah ruah di jalan-jalan kota Madrid, Barcelona, dan Valencia. Mereka memprotes tindakan pengetatan anggaran yang dilakukan oleh pemerintahan Partai Sosialis (PSOE) pimpinan perdana menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero. Di republik Czech, serikat buruh transporatasi publik mengumumkan bahwa mereka bersiap melakukan pemogokan pada tanggal 1 Maret, sementara di Portugal serikat buruh tengah mempersiapkan 1 hari pemogokan pada 4 Maret untuk memprotes pembekuan tingkat upah.

Pemogokan terbesar, terjadi di Yunani, terutama di dua kota utama Athena dan Thessaloniki. Dengan di organisir oleh dua serikat buruh terbesar negeri itu, Serikat Buruh Pegawai Negeri Sipil (ADEDY) dan Konfederasi Umum Buruh Yunani (GSEE), sebanyak dua juta rakyat pekerja turun ke jalan. Dengan mengusung spanduk-spanduk bertuliskan, “The Crisis Should Be Paid for by the Plutocracy,” “Permanent and Steady Jobs for All,” “Where Has All the Money Gone?” dan “Billions of Euros for Capitalism, but Nothing for the Workers—Rise Up!” “Keep Your Hands Off Our Benefits,” “People Are More Important than Markets and Banks” dan “Enough is Enough!” para demonstran ini menuntut pemerintahan partai the Panhellenic Socialist Movement (PASOK) pimpinan perdana menteri George Papandreou, untuk membatalkan kebijakan pengetatan ekonominya.


Akibat pemogokan ini, seluruh penerbangan dari dan menuju Yunani, kecuali untuk penerbangan darurat – dibatalkan. Transportasi umum juga macet total, ketika bis kota dan bis metro hanya beroperasi untuk mengangkut buruh yang ikut pemogokan ke pusat-pusat kota. Demikian juga dengan layanan feri dan kereta api, semuanya turut berhenti beroperasi. Dengan turunnya buruh sektor publik ke jalan, maka sekolah negeri, kantor pajak, kantor pengadilan, rumah sakit, dan kantor-kantor pemerintah di tingkat nasional juga ditutup. Bahkan tempat-tempat wisata terkenal seperti situs arkeologis seperti Acropolis di Athena dipaksa tutup. Yang menarik, pekerja media juga turut mogok. Wartawan dan anggota serikat wartawan nasional, turun ke jalan selama 24 jam, sehingga menyebabkan tidak ada koran yang terbit pada hari kamis keesokan harinya. Demikian juga, tidak ada stasiun televisi yang meliput aksi-aksi demontrasi itu.

Kenapa Mogok?

Picu pemogokan itu sendiri disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Papandreau untuk memotong anggaran belanja publik, yang dipaksakan oleh pemerintahan negara-negara Uni Eropa, dan lembaga-lembaga keuangan multilateral seperti IMF dan ECB (Bank Sentral Eropa) yang berbasis di Brussel, Belgia.
Tujuan dari tuntutan pengetatan anggaran ini untuk memangkas jumlah anggaran publik dari €3.6 milyar menjadi €4,8 milyar. Pada saat bersamaan, pemerintah juga dituntut untuk memangkas defisit anggaran dari 12.7 persen GDP menjadi tinggal 3 percent pada 2012 agar sesuai dengan peraturan Uni Eropa. Untuk tahun ini, pemerintahan Papandreou berjanji untuk memangkas defisit anggaran sebesar 8.7.

Dengan beragam tuntutan pengetatan tersebut, maka ada sebesar €2.5 milyar anggaran belanja publik yang harus dipotong. Dan sektor yang pertama dikenakan kebijakan ini adalah sektor perburuhan, dimana pemerintah dipaksa untuk menurunkan tingkat upah buruh, perpanjangan masa pensiun dari 60 tahun menjadi 62 tahun, menghapuskan 20 persen bonus tambahan dua gaji bulanan yang secara tradisional diberikan kepada buruh sektor publik dan sebagian sektor swasta.

Kebijakan pengetatan anggaran ini tentu saja semakin memukul tingkat kesejahteraan rakyat pekerja Yunani, yang sebenarnya sangat rendah dibandingkan negara-negara Eropa Barat lainnya. Sebagai misal, jaminan sosial bagi penduduk sejak beberapa tahun terakhir semakin memburuk. Data resmi pemerintah menunjukkan, tingkat pengangguran mencapai angka 18 persen, sementara mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan jumlahnya mencapai 20 persen. Adapun 60 persen penduduk yang telah memasuki masa pensiun terpaksa bertahan hidup dengan pendapatan kurang dari €600 per bulan, dan rata-sata gaji pelayan publik hanya sekitar €1,200 per bulan.

Secara khusus, angka pengangguran kelompok usia muda meningkat drastis. Jika pada 1998, 21 persen dari seluruh usia 15 – 24 tahun terpaksa mundur dari pekerjaannya, maka pada 2009 angkanya meningkat lebih dari 27 persen. Kaum muda yang beruntung mendapatkan pekerjaan, harus hidup dengan gaji sekitar €700 per bulan. Problem pengangguran terdidik ini juga dialami oleh para lulusan universitas, dan secara khusus menimpa para dokter muda. Menurut data organisasi kesehatan dunia WHO, Yunani adlah negara dengan jumlah dokter menganggur yang paling tinggi.

Pada saat yang sama, biaya hidup sehari-hari dibandingkan dengan Jerman, misalnya, maka biaya untuk susu, cheese dan telur harganya dua kali lipat lebih mahal. Biaya telepon di Yunani, juga yang termahal di Eropa. Sewa rumah juga demikian, dimana untuk biaya sewa di kota-kota besar hanya bisa ditandingi oleh biaya sewa perumahan di Jerman. Sewa rumah yang lebih murah hanya terdapat di daerah pinggiran, tapi dengan fasilitas akomodasi yang buruk. Yang lebih fatal lagi, pemerintah terus berusaha memangkas ongkos pelayanan publik yang murah, terutama bagi penduduk pedesaan. Padahal, layanan kesehatan publik di jamin oleh UU yang disahkan pada 1980an.

Penjelasan Krisis

Lantas apa pemicu terjadinya krisis ekonomi Yunani? Kondisi struktural seperti apa yang mendorong rakyat pekerja turun ke jalan-jalan? Ceritanya panjang dan rumit, tapi bisa diringkas begini. Krisis ini sebenarnya tidak terlepas dari efek menular (contagion) krisis finansial yang terjadi pada 2007 dan memuncak pada 2008 di AS.

Semula, pemerintah dan borjuasi domestik Yunani percaya bahwa ekonomi mereka tidak akan terpengaruh oleh krisis tersebut. Apalagi, pada masa pra krisis 2007, prediksi pertumbuhan ekonomi Yunani adalah positif, dimana tingkat upah dan produktivitas tinggi. Akibatnya, pemerintah kemudian memberlakukan kebijakan defisit keuangan yang dibiayai melalui pinjaman utang luar negeri. Tetapi, pinjaman utang luar negeri yang terus membengkak itu tidak ditujukan untuk membiayai program-program sosial buat rakyat miskin, tetapi untuk mensubsidi kalangan borjuasi domestik. Para pemberi pinjaman sendiri memang mensyaratkan demikian, karena mereka tidak percaya jika uang mereka bisa kembali jika digunakan untuk membiayai proyek-proyek sosial.

Dengan struktur perekonomian yang sangat tergantung pada utang, maka ketika terjadi krisis menyebabkan Yunani jatuh dalam kategori negara yang gagal membayar utang.

Tetapi, menyimpulkan bahwa krisis disebabkan oleh faktor eksternal adalah keliru. Secara politik, kesimpulan seperti ini memang kerap dimainkan oleh pada demagog yang menjual isu populisme untuk meraih dukungan suara dan popularitas. Dengan menudingkan telunjuk ke pihak luar, para demagog itu secara sengaja menutupi struktur ekonomi domestik yang rapuh serta agenda-agenda politik mereka yang anti rakyat pekerja.

Krisis ekonomi Yunani juga berakar pada struktur ekonomi domestik yang secara sengaja dirancang untuk melayani kepentingan akumulasi kapital. Menurut ekonom Stavros Mavroudeas, sejak Yunani bergabung ke dalam Uni Eropa pada 1981, ekonomi Yunani yang lebih kecil dan terbelakang di banding negara-negara Eropa Barat, mengalami perubahan yang sangat signifikan. Integrasi ekonomi tersebut menyebabkan hancurnya struktur produksi ekonomi negeri para dewa itu, yang merupakan hasil dari “20 tahun yang agung" (1950-70) kapitalisme Yunani. Akibatnya, ekonomi Yunani kalah kompetitif dibandingkan dengan rekan-rekannya di Eropa Barat. Integrasi itu juga menyebabkan kapitalis-kapitalis asing menyerbu pasar Yunani, dan menggusur borjuasi domestik atau menempatkannya sekadar yunior partner. Sektor jasa dan pelayanan mutlak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan multinasonal.

Untuk mengatasi kegagalannya bersaing dengan kapitalis internasional, pemerintah Yunani, baik langsung maupun tidak langsung, mensubsidi borjuasi domestik untuk melakukan ekspansi usaha ke negara-negara Balkan yang baru menyatakan merdeka dari Uni Sovyet. Dan seperti yang telah kita lihat di atas, subsidi ini dibiayai dari pinjaman utang luar negeri yang terus membengkak. Ekspansi usaha ini, di satu sisi mendatangkan keuntungan ekonomi yang luar biasa bagi borjuasi domestik dan menyumbang besar pada GDP Domestik; di sisi lain relokasi usaha tersebut menyebabkan bangkrutnya usaha domestik yang ditandai oleh penutupan pabrik-pabrik. Dari sisi hubungan buruh-kapital, keadaan ini menyebabkan posisi tawar buruh menjadi lemah, sehingga borjuasi berhasil memaksakan kebijakan yang tujuannya untuk meningkatkan tingkat produktivitas.

Dengan struktur perekonomian seperti itu, tidaklah aneh ketika krisis meletus pada 2007, dengan seketika ekonomi Yunani ikut terseret ke dalam krisis.***
Selengkapnya...

Perginya, dan Kehancuran Datang…

Posted: Kamis, 25 Maret 2010 by Pribadi in
0

Udara yang sejuk, segar dan pepohonan yang masih rimbun di sebuah kawasan perumahan yang masih jauh dari pusat peradaban modern. Tepat pada pukul 5 pagi lampu di rumah-rumah telah dimatikan, suryapun mulai menampakkan sinarnya dengan perlahan dan terdengarlah suara gemercik air sungai yang telah dipermainkan oleh anak-anak yang sedang membasuh tubuhnya sebelum mereka berangkat sekolah. Di kawasan perumahan tersebut ada sebuah keluarga yang hidupnya harmonis, dalam keluarga itu mereka hidup ber-Empat ayah, ibu dan dua orang anaknya yang usia anak pertama sudah tujuh tahun dan telah sekolah disalah satu sekolah dasar yang paling dekat dengan rumahnya dan anak yang terahrirnya masih berusia kurang lebih dua tahunan sedangkan ayahnya sendiri bekerja di salah satu lembaga pemerintahan yang upahnya disaat itu tidaklah dapat mencukupi semua kebutuhan hidup keluarga menengah ke bawah. Walaupun hidup mereka hanya mengandalkan upah dari kepala keluarga yang pas-pasan itu dan sering dilanda dengan persoalan-persoalan kebutuhan keluarga yang tidak terpenuhi tetapi mereka bisa saja melewati hari-harinya dengan penuh kebahagian.
Kemudian tepat pukul enam pagi anaknya yang paling tua akan berangkat, dan iapun berpamitan pada kedua orang tuanya.
”Ayah, bu saya pamit mau pergi ke sekolah!”
”Iya nak, balajar yang baik disekolah, jangan nakal dan hati-hati dijalan!”
Itulah pesan dari seorang ibu kepada anaknya setiap hari disaat anaknya akan pergi ke sekolah. Setelah berpamitan anak itu segera berangkat ke sekolah dengan berpakaian seragam sekolah yang tampak kumuh, sepasang sepatu yang digunakan sudah sobek kiri-kanan, berbekal pensil dan sebuah buku tulis yang ditentengnya tanpa menggunakan tas dia berjalan ke sekolah yang jaraknya 2 km dari rumahnya tetapi itu bukanlah suatu penghalang karena semangatnya yang berkobar-kobar dan lantunan sebuah lagu keluar dari mulutnya yang kecil mengiringi langkahnya.
Tidak lama kemudian ayahnya juga berangkat kerja demi masa depan keluarga dan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga untuk menghidupi istri dan kedua orang anaknya. Setelah ayahnya berangkat ibunya pun segera melakukan rutinitasnya dirumah sebagai seorang ibu rumah tangga, memberi makan si bungsu dan menemaninya hingga dia tertidur setelah itu barulah melakukan pekerjaan yang lain seperti bersih-bersih rumah, mencuci pakaian dan terakhir memasak untuk makan anak dan suaminya di saat mereka pulang. Itulah rutinitas keseharian dalam keluarga ini dan ada juga seorang bujang yang masih ada hubungan keluarga dari mereka yang sering datang mengunjungi mereka. Rumah bujang ini berada di seberang jalan dari kawasan perumahan mereka dan pekerjaan bujang ini adalah sebagai seorang sopir angkutan umum selama bertahun-tahun yang ada di wilayah tersebut.
Hari demi hari telah berlalu, tiba di suatu hari ada surat keputusan untuk ayahnya. Isi surat keputusan itu yang intinya ayahnya akan dipindah kerjakan di suatu lokasi yang sangat jauh dan dalam jangka waktu tiga tahun dengan suatu alasan akan ada penaikan jabatan pada ayahnya. Perasaan sebuah keluarga itu di saat mengetahui tentang isi surat itu telah bercampur antara sedih dan senang. Sedih karena harus ditinggalkan dan meninggalkan selama kurun waktu tiga tahun, senang karena akan ada peningkatan taraf hidup dalam keluarganya. Entah harus bagaimana mengatasi perasaan itu tapi mereka harus tetap menghadapinya.
Dan kemudian di suatu pagi yang begitu cerah terdengar nyanyian burung, suara ayam yang menyambut surya meninggi dan semilir angin yang membawa kesejukan pagi, dimana di pagi itu akan ada tangisan kesedihan sebuah keluarga yang akan berpisah dari salah satu anggota keluarganya. Pagi itu ayahnya sudah bersiap-siap dengan barang yang akan dibawa ke lokasi kerjanya yang baru. Sebelum barangkat ayahnya berpamitan pada tetangga rumahnya.
”Pak saya pamit dan sekalian menitipkan keluarga saya selama saya tidak di rumah!”
”Memangnya bapak mau kemana?”
”Saya dipindahkan ke lokasi kerja yang sangat jauh dan membutuhkan berhari-hari dalam perjalanannya,yah begitulah pak!”
”Baiklah kalau memang keadaanya seperti itu,saya akan berusaha menjaga keluarga bapak dengan semampu saya, tenang dan hati-hati saja dijalan!”
”Terima kasih pak, mau membantu saya!”.
Akhirnya ayahnya pun akan berangkat. Dari sudut mata seorang istri ada kucuran air mata yang begitu deras dan mata seorang anaknya yang paling tua berkaca-kaca membendung kesedihan yang akan ditinggalkan oleh ayahnya, dan disaat itu pula tiba-tiba datang si bujang yang sering mengunjungi mereka itu.
” Ah..,kebetulan kamu datang!”
”Memangnya ada apa?,paman mau pergi,kemana?”
”Paman akan pergi ke lokasi kerja paman yang baru dan jauh jadi paman menitipkan keluarga paman pada kamu!”
”Terus paman berapa lama di sana?,kelihatannya banyak barang yang akan dibawa paman!”
”Paman disana sekitar tiga tahunan, tolong paman ya?!”
”Baiklah paman saya akan ingat dan menjalankan amanah paman pada saya!!”
(paman adalah panggilan si bujang ini pada seorang ayah yang akan meninggalkan keluarganya).
Kemudian berangkatlah seorang ayah ini walaupun berat dengan melangkahkan kakinya untuk berpisah dari keluarganya dalam jangka waktu yang lama tetapi demi satu impian agar hidup keluarganya akan bertambah bahagia kelak tanpa kekurangan satu apapun lagi. Disaat gambaran sosok seorang suami dimata istrinya sudah menghilang dikejauhan kemudian si bujang inipun pamit pergi untuk melakukan rutinitasnya sebagai seorang sopir angkutan umum. Setelah si bujang ini pergi meski dengan adanya perubahan keadaan keluarganya sebagai seorang ibu dari dua orang anak, dia harus tetap melakukan rutinitasnya dan tidak terus larut dalam kesedihan.
Tidak terasa sudah setahun perpisahan mereka yang dikarenakan tuntukan kehidupan. Selama setahun itu komunikasi mereka tetap saja lancar meskipun demikian rasa kesepian tetap saja selalu hadir dalam kehidupan mereka yang terpisah oleh jarak, itu terlihat dari seorang istri yang selalu murung dan menunggu kepulangan suaminya di depan rumah. Semenjak perpisahan mereka si bujang itupun makin sering datang mengunjungi mereka yang ditinggalkan oleh kepala keluarganya. Pagi, siang, sore dan malam si bujang ini selalu ada bahkan kadang kala sampai nginap di rumah itu. Begitulah keadaannya sampai menjelang dua tahun dari kepergian kepala keluarga di rumah itu.
Makin hari para tetangga yang diberi amanah untuk menjaga keluarga ini makin curiga dengan si bujang yang makin sering nginap di rumah itu. Dan kecurigaan mereka memuncak di suatu malam di mana si bujang ini nginap di rumah itu lagi hingga akhirnya para tetangga memutuskan untuk memaksa masuk di rumah itu tepat pukul dua dini hari. Ternyata kecurigaan mereka terbukti disaat si bujang ini berada di tempat tidur bersama istri yang ditinggal suaminya kerja tanpa menggunakan penutup tubuh apapun. Para tetangga sangat marah melihatnya lalu mereka di usung keluar rumah lalu di pasung dan di cambuk memakai rotan hingga tubuh mereka tampak seperti di sayat-sayat pisau. Kemudian salah seorang anaknya yang paling tua terbangun dari tidurnya yang lelap mendengar teriakan dan tangisan kesakitan seorang wanita dari luar rumahnya. Dan diapun segera berlari keluar dan berdiri tepat di pintu rumah dengan memandang keluar dari sorotan mata seorang anak yang masih kecil dan tidak tahu apa-apa hanya bisa menangis dan teriak memanggil ”ibu…ibu….!!” karena melihat keadaan ibunya seperti itu di tengah-tengah keramaian para tetangga. Kemudian anak ini diambil oleh salah seorang tetangga dan dibawa masuk kesebuah rumah agar tidak melihat hal itu lagi. Disaat bersamaan ada salah seorang tetangga yang langsung memberitahukan kejadian ini pada suaminya yang sedang berada di tempat kerjanya yang jauh. Disaat mendengarkan berita tersebut seorang suami ini langsung memutuskan untuk pulang di hari itu juga. Pasung mereka tidak dilepas sampai menunggu kedatangan suami dari istri yang telah melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan disaat suaminya tidak dirumah.
Empat hari kemudian suaminya telah tiba di rumah itu dan dia melihat istrinya dalam keadaan di pasung atas perbuatannya itu. Dengan penuh kekecewaan yang besar dalam diri sang suami, lalu iapun mengeluarkan sebuah gunting dari tasnya lalu menggunting rambut istrinya hingga tidak tersisa dan kemudian memukuli si bujang dengan sekuat-kuatnya hingga dia terduduk lemas dan hanya bisa mengeluarkan air mata tanpa berucap satu kata pun. Keesokan harinya sang suami yang diliputi kekecewaan yang besar memutuskan untuk bercerai dengan istrinya dan hari itu juga pengadilan telah mengesahkan perceraian mereka dan keputusan hak asuh anak ada di pihak sang ayah. Setelah kejadian itu anak-anaknya dititipkan sementara waktu pada kerabat dekat sang ayah dengan suatu asumsi agar ayahnya dapat tenang terlebih dahulu atas apa yang telah menimpa keluarga mereka. Ada pertanyaan yang tidak pernah terjawab dalam diri ayahnya atas kejadian itu. ”kenapa istrinya mau melakukan itu dan kenapa ini terjadi pada keluarganya??”.
By KunteT
Selengkapnya...

Keturunan raja ke 1001

Posted: by Pribadi in
0

Oleh bocah yang baru belajar menulis..!!!
Di sebuah pulau bagian timur Negara kepulauan ini ada suatu tempat yang tidak luput dari sejarah peperangan pada masa penjajahan. Ditempat itu dikenal juga sebagai salah satu yang mayoritas penduduknya melaut, itu dikarenakan disana memiliki perairan yang luas dibandingkan dengan daratannya. Dan disana juga masih sangat kental dengan sesuatu yang berbau dengan kerajaan-kerajaan yang ada disana. Kita pasti pernah dengar dengan sebuah julukan “Ayam Jantan Dari Timur” itu adalah julukan dari seorang pahlawan Sulawsi Selatan yang bernama Sultan Hasanuddin dan karena salah satu pahlawan seperti ia Sulawesi Selatan bisa bertahan hingga sekarang.

Dan suatu pagi didaerah itu tepatnya salah satu kabupaten dari Sulawesi Selatan yang dimana pusat kotanya terletak di Ujung Pandang atau dengan nama Makassar yang sekarang, ada sebuah keluarga yang hidup dengan memiliki gelar sebagai salah satu keturunan raja. Dalam rumah tersebut mereka hidup dengan memiliki gelar sebagai salah satu keturunan raja. Dimana mereka hidup bertiga, sepasang suami istri dan seorang anaknya yang umurnya saat sekarang sudah beranjak 21 tahun yang dimana umur anaknya yang sekarang sudah dianggap bisa membina rumah tangga sendiri atau dengan perspektif orang awam sudah layak untuk dinikahkan. Anak ini bernama Andi Syahid yang lebih dikenal dengan sebutan Sai kalau orang-orang ataupun teman-temannya sering memanggil dengan sebutan demikian. Tapi tidak semudah itu dia dinikahkan karena Sai ini adalah masih salah satu keturunan raja yang masih kental maka dari itu yang harus jadi pasangan hidupnya adalah yang sederajat dengan dia atau dengan kata lain pasangannya itu harus dari keturunan raja juga agar keturunan raja itu tidak hilang dimakan masa.
Kemudian suatu hari Sai ini diperkenalkan dengan seorang wanita yang masih ada keturunan raja dari suatu daerah kabupaten lain di Sulawesi Selatan juga. Wanita ini bernama Sitti Suleha Alimuddin yang biasa dipanggil dengan Sitti. Sitti ini adalah seorang gadis yang begitu putih dan cantik. Setelah mereka diperkenalkan Sai dan Sitti langsung dengan cepatnya mereka bisa akrab dan saling bercerita tentang diri mereka masing-masing. Bukan hanya pertemuan itu saja mereka bersama tetapi setelah pertemuan itu mereka makin sering pergi bersama.
Ketika orang tua Sai ini melihat hubungan mereka, sebulan setelah mereka saling kenal Ibu dan Bapak Sai segera memanggil Sai disuatu malam dirumahnya untuk membicarakan tentang hubungan mereka selanjutnya. Sai pun dipanggil oleh ibunya…...
“Sai…….!”
“iya bu …..tunggu sebentar!”
Sai pun segera keluar dari kamarnya dan mendatangi ibu dan bapaknya yang ada diruang keluarga.
“Ibu memanggil Sai yah? Ada apa Bu?.
“iya, sini! Ibu dan bapak ingin bicarakan sesuatu sama kamu nak!”
“kayaknya serius banget nih!Ada apa pak, bu?”
“ini bapak dan ibu mau tanya sama kamu tentang hubungan kamu dengan Sitti!”
“memang ada apa hubungan saya dengan sitti?’ perasaan baik-baik saja !”
“oleh karena itu gimana dengan kelanjutan hubungan kalian berdua?’ ibu dan bapak setuju jika kalian segera menikah! Apa kamu mau menikah dengan Sitti?”
“itu toh yang bapak dan ibu yang ingin tanyakan! Kalau Sai terserah ibu dan bapak saja, lagian Said an Sitti sepertinya sudah cocok!”
“baiklah kalau Sai juga setuju besok ibu dan bapak akan kerumah Sitti untuk membicarakan tentang hal ini pada kedua orang tuanya!”
“iya terserah ibu dan bapak saja, Sai nurut saja sama ibu dan bapak!”.
Setelah itu Sai segera kembali kekamar tidurnya dengan muka yang begitu berseri-seri karena diliputi rasa gembira. Tidak lama lagi dirumah itu akan pertambahan keluarga baru.
Keesokan paginya sekitar pukul 9 pagi ibu dan bapak Sai pergi kerumah Sitti untuk melamar Sitti menjadi istri dari anaknya (menantu) satu-satunya yaitu Sai. Tibalah ibu dan bapak Sai dirumah Sitti dan mengetok pintu rumah calon menantunya….!
“tok….tok….tok…..!”
“iya tunggu sebentar!”
Sitti pun segera membuka pintu, disaat dia membuka pintu ia pun terkejut melihat bapak dab ibu Sai yang berdiri dihadapannya dan sejenakpun ia tediam membisu.
“ada apa nak? Kenapa kayak patung gitu?”
“maaf Tante, om, tidak kenapa-napa! Silahkan masuk tante, om!”
ibu dan bapak Sai pun masuk kerumah calon menantunya itu dan segera duduk lalu mereka bertanya pada Sitti
“Sitti, bapak dan ibunya ada dirumah?”
“iya ada tante, om, tunggu sebentar saya panggilkan dulu bapak dan ibu Sitti!”
tidak lama kemudian bapak dan ibu Sitti pun muncul menemui bapak dan ibu Sai yang ada diruang tamu. Dengan suguhan masing-masing secangkir teh dimulailah pembicaraan serius.
“gini pak, bu, maksud dari kedatangan kami ini ingin bermaksud meminang anak bapak dan ibu yaitu Sitti menjadi istri dari anak tunggal kami Sai! Gimana pak, bu?”
“kalau kami selaku orang tua Sitti setuju saja lagian mereka berdua sudah cukup dewasa untuk menempuh kehidupannya sendiri. Tapi itu tidak terlepas dari persetujuan mereka berdua! Benarkan pak, bu?”
“iya benar pak! Kalau begitu kita tanyakan langsung pada bapak dan ibu itu!”
dengan segera pun Sitti dipanggil oleh bapaknya untuk keluar menemui mereka
“ada apa memanggil Sitti?”
“ini nak, maksud bapak dan ibu Sai datang kerumah ini untuk melamar Sitti buat istri nak Sai! Menurut kamu gimana?”
(dengan wajah tersipu malu Sitti berkata…)
“Sitti terserah bapak dan ibu Sitti saja, kalau itu memang baik buat Sitti menurut bapak dan ibu pasti Sitti nurut!”
Setelah pernyatan Sitti yang seperti itu maka lengkaplah kebahagiaan dua keluarga ini, kemudian setelah beberapa saat setelah itu bapak dan ibu Sai pamit pulang dengan membawa berita kebahagiaan terhadap anak tunggalnya tersebut dan kedua keluarga tersebut berjanji akan kembali bertemu seminggu kemudian untuk membicarakan hari yang baik untuk pernikahan anak mereka.
Setelah sampai dirumah bapak dan ibu Sai segera memberi taukan kepada anak kesayangannya tersebut atas berita kebahagiaan yang dimana lamarannya resmi diterima oleh keluarga Sitti. Disaat Sai mendengar berita tersebut mukanya langsung berseri-seri dan memberikan senyuman yang begitu lepas kepada kedua orang tuanya tetapi dia malah kebingungan dengan apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Tetapi pesan kedua orang tuanya agar Sai harus menjaga kesehatannya dan mengurangi keluar dari rumah sampai setelah Sai menikah dengan Sitti agar proses pernikahannya dapat berjalan dengan baik.
Dan seminggu kemudian kedua keluarga bertemu kembali untuk membicarakan hari atau tanggal pernikahan yang baik kedua anaknya tersebut. Setelah berselang 3 jam kedua keluarga tersebut saling bertukar pikiran dalam menentukan hari dan tanggal yang baik buat pernikahan anak mereka dan mereka akhirnya setuju bahwa pernikahan anak-anak mereka akan dilaksanakan tiga minggu lagi dari pertemuan mereka ini. Setelah pertemuan ini masing-masing keluarga saling sibuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut hari bahagia tersebut. Di keluarga Sai sibuk dengan undangan-undangan ataupun erang-erangan yang dimana acara pernikahan anaknya akan dibuat seramai dan semewah-mewahnya itu dikarenakan pemahaman Siri’ itu sangat masih kental di sulawesi apalagi dikalangan keluarga keturunan raja seperti mereka. Mereka akan malu ketika acara pernikahan anaknya tidak ramai dan tidak mewah itu dikarenakan mereka dikenal sebagai salah satu keturunan raja yang ada di Sulawesi Selatan.
Hari demi hari telah berlalu tidak terasa hari pernikahan tinggal sehari lagi, semua undangan telah tersebar pada masing-masing kerabat yang akan diundang dan semua erang-erang yang banyaknya sekitar 50 buah sudah siap dan terbungkus dengan rapi. Sai pun sudah merasa sangat ketakutan dikelilingi rasa bahagia akan pernikahannya hari esok tersebut. Dan tibalah suatu pagi yang begitu cerah, nyanyian burung yang begitu merdu dan udara pagi yang segar menyambut menigginya matahari, dimana pagi itu acara pernikahan Sai segera dilangsungkan. Tepat pada pukul 8 pagi, semua pembawa erang-erang dan calon pengantin pria sudah siap untuk menuju kerumah Sitti. Sekitar 30 menit kemudian irin-iringan pengantin yang panjangnya kurang lebih 2 kilometer dimana banyak erang-earngan bawaan pengantin mencapai 800 meter panjangnya memasuki wilayah rumah pengantin perempuan dan iring-iringan itupun disambut dengan penuh kebahagiaan dan senyuman yang lepas oleh para penjemput tamu yang cantik-cantik dan tampan yang kesemuanya memakai pakaian adat sulawesi. Proses pernikahan pun berlangsung dengan lancar yang disaksikan para keluarga dari kedua mempelai dan suasana haru yang penuh kebahagiaan mewarnai pernikahan mereka. Pernikahan mereka memang begitu ramai sampai-sampai jalanan umum didepan rumah mereka masing-masing ditutup sampai acara pernikahan tersebut berakhir.
Hampir setahun dari pernikahan mereka, Sitti pun sudah hamil tua hingga menunggu saat-saat kelahiran anak mereka. Dan disaat-saat menunggu kelahiran anaknya calon kakek dan nenek ini pun membuat acara dan memberikan kurban demi kelancaran kelahiran cucunya. Tibalah hari dimana bertanbahlah lagi kebahagiaan mereka karena Sitti telah melahirkan seorang anak laki-laki tanpa ada kesulitan, semua pihak keluarga mengantarkan hadiah kepada sang bayi yang baru lahir dengan suasana penuh sukacita tersebut. Tali pusarnya dipotong dengan sebuah kelewang pusaka yang turun temurun telah digunakan. . Keesokan paginya, tembuninya diarakkan berkeliling dengan upacara, sambil membakar dedaunan yang menyiarkan bau busuk, nyanyian Bissu, dan sebagainya. . Adapun tembuni tersebut ditanam dalam tanah dalam sebuah priuk. Kemudian diatasnya sebiji bibit kelapa, supaya bertumbuh. Begitu cara mereka menyambut kelahiran keturunan raja yang ke 1001 ini yang diberi nama Andi Janwar Syahid.
By Kuntet
Selengkapnya...

Asrama Mahasiswa Sulawesi Selatan di Yogyakarta

Posted: by Pribadi in
2

Selasa (15/1/) merupakan hari kelabu bagi warga asrama mahasiswa Sulsel di Yogyakarta. Sekitar pukul 03.00 WIB sekelompok pemuda asal provinsi lain yang ada di kota pelajar ini menyerang Asrama Sawerigading yang ada di jantung kota Yogyakarta. Mereka bermodal bom molotov, senjata tajam, maupun pentungan. Akibatnya, 4 sepeda motor dibakar dan 2 penghuni asrama terluka akibat menginjak pecahan kaca. Yang timbul bukan hanya kerugian materil berupa rusaknya asrama yang baru direnovasi tersebut, tapi juga kerugian moril, karena beberapa perguruan tinggi saat ini sedang memasuki masa ujian. Harian Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta mengutip Kapoltabes Yogyakarta Kombes Pol Drs Agung Budi Maryoto Msi yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Asep Taufik SIK, dan Kasat Intelpam Kompol Wahyu Agung Jatmiko SIK, yang menjelaskan bahwa kasus ini tengah ditangani Polres Sleman. Sebab diduga bentrok terjadi karena dilatar belakangi adanya keributan di wilayah Depok Barat Sleman. Pasca kejadian ini, diberitakan juga bahwa mediasi telah dilakukan Polda Yogyakarta untuk mendamaikan kelompok mahasiswa yang bersiteru, meminta semua pihak menahan diri, memastikan dilanjutkan proses hukum penyerangan ini, serta pembahasan kerugian yang ditimbulkan. Menyusul kejadian ini, bahkan beberapa mahasiswa yang tinggal di asrama lain, terpaksa tidak mengikuti ujian karena harus berjaga-jaga hingga pagi hari. Kondisi mencekam ini masih berlanjut hingga Selasa malam. Beberapa mahasiswa yang memiliki kendaraan berplat nomor Sulse (DD) memilih untuk tidak menggunakan kendaraannya, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Kasus tawuran yang melibatkan asrama memang bukan yang pertama terjadi. Kasus terakhir adalah peristiwa tawuran mahasiswa Papua dengan masyarakat sekitar. Sedangkan tawuran yang melibatkan asrama mahasiswa Sulsel meletup ketika terjadi bentrok antara suporter mahasiwa daerah di pertandingan sepakbola. Tulisan ini, tidak hendak berpolemik siapa yang salah terhadap kasus ini. Tapi dari insiden paling akhir ini, kembali kita diingatkan bahwa Yogyakarta adalah kota pelajar dengan beragam etnis dan kultur, yang merupakan ruang belajar bagi pendidikan multikultural. Sayangnya, ruang belajar itu kini rusak. Keragaman budaya pelajar dan mahasiswa sangat rawan gesekan. Di Yogyakarta saat ini terdapat lima asrama milik Pemda Sulsel, yaitu Wisma Sawerigading, Wisma Latimojong, Wisma Bawakaraeng dan Wisma Merapi 4 semuanya untuk mahasiswa, serta Wisma Anging Mammiri yang diperuntukkan untuk mahasiswi. Selain asrama milik Pemerintah Provinsi Sulsel, juga terdapat beberapa asrama mahasiswa milik pemerintah kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Paling tidak ada sekitar 20-an asrama mahasiswa milik pemerintah kabupaten. Bagi sejumlah orang, kehidupan asrama adalah kehidupan yang eksklusif. Ada anggapan warga asrama hanya mau berbaur dengan orang yang berasal dari daerah yang sama. Untuk mengantisipasi ini, beberapa asrama memberikan syarat untuk tinggal menjadi warga asrama harus pernah indekos minimal selama 1 tahun, dengan harapan bahwa mahasiswa yang bersangkutan pernah merasakan berbaur dengan masyarakat. Tudingan bahwa kehidupan asrama mahasiswa bersifat ekslusif juga tidak sepenuhnya benar, melihat beberapa asrama aktif mengikuti kegiatan masyarakat sekitar. Lantas kenapa peristiwa tawuran di asrama mahasiswa sering terjadi? Menurut saya, paling tidak telah terjadi sumbatan komunikasi antarmahasiswa daerah. Sudah sewajarnya asrama mahasiswa yang ada di Yogyakarta kembali membangun komunikasi, baik berbasis ilmiah maupun kultural, sehingga masing-masing pihak bisa memahami keragaman kultur masyarakat daerah lain. Asrama bukanlah sebuah kotak yang membentengi sikap primordialisme dan mempersempit rasa nasionalisme, tetapi justru merupakan jembatan untuk memahami kebudayaan daerah lain, mengingat asrama juga sebagai organisasi sehingga lebih mudah untuk membentuk pemahaman ini dibanding mengumpulkan mahasiswa yang masih indekos, misalnya. Insiden di Asrama Sawerigading ini bisa menjadi momentum bagi Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) untuk menata ulang visi organisasinya, apakah ingin tetap sebagai tempat tinggal, mempertahankan sekat feodalisme dan primordialisme, atau menarik pelajaran berharga dari serangkaian insiden belakangan ini untuk kemudian menjadi jembatan mengenal kebudayaan lain. Para pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah yang sedang belajar di Yogyakarta, wajib untuk ikut serta membangun Yogyakarta sebagai Indonesia Mini yang aman dan nyaman menerima perbedaan. Tanggung jawab ini bukan milik warga Yogyakarta semata, tapi kita semua yang tinggal, belajar dan mencari hidup di kota ini. Sebagai mahasiswa, kita wajib membela predikat mulia kota ini sebagai kota pelajar. (p!) *Citizen reporter Zulkifli dapat dihubungi melalui email surat_zoel@yahoo.com

Selengkapnya...